Kamis, 16 Maret 2017

[WRITING] - Yang Sangat Disayangkan

hal yang paling sangat disayangkan adalah ketika ada seseorang yang tidak sama sekali berkontribusi namun ia selalu mengatasnamakan; ‘berasal’, padahal hasilnya; ‘nihil’, macam tong kosong bunyi nyaringnya.

saya percaya setiap anak yang lahir di dunia ini tidak jauh dari karakter orang tuanya sendiri. semacam buah yang jatuh tidak jauh dari pohonnya, namun setiap anak yang sukses di bidangnya saya rasa tidak hanya dari asupan orang tuanya saja, tetapi saya yakin penuh anak itu mempunyai keberanian, niat & usaha yang cukup untuk membuktikan kepada semua orang bahwa ia mampu atau bahkan bisa menggapai apa yang ia yakini.

mungkin diri kita terlalu banyak di ajarkan untuk menjadi pemenang, sampai-sampai yg namanya ‘pemenang’ itu sendiri bisa lupa kalau ia berasal dari mana. sayangnya, di era sekarang masih banyak beberapa orang bahkan disekitar saya sendiri yang masih mengatasnamakan; aku dari keluargaku maka aku keturunan beliau; sehingga aku mempunyai keahlian yang sama; atau bahkan harus memiliki kemampuan yang sama.

Saya selalu menghargai dengan apa pendapat orang, karena mereka mempunyai hak untuk mengapresiasikan apa yang dimiliki, tetapi sangat disayangkan terkadang tidak mencerna terlebih dahulu apa yang ingin disampaikan, mungkin karena ‘sekarang’ sedang hidup dijaman yang serba hedonisme, jadi mari dimaklumi saja.

--

© B

[WRITING] - Antara Aku dan Kamu

Matahari di pagi hari selalu sama, perasaan kita tidak.
Seperti langit yang berubah sewaktu-waktu.
Tidak seperti air yang mengalir, lebih seperti jalan yang terjal naik turun bergelombang.

Detik berdetik dalam jarak yang sama, perasaan kita tidak.
Resah melihat waktu yang terus bergerak sementara di antara kita tidak pernah terjadi pengakuan.
Tatap mata bertemu, senyum malu-malu. Pura-pura bertanya kabar. Merah merona ketika nama terucap.

Aku tahu di antara kita saling menjaga diri,
Tidak banyak hal yang bisa aku lakukan selain mendoakanmu,
Tidak lebih dari itu,
Sebab di antara kita bukanlah siapa-siapa,
Perasaan yang kita miliki tidak lantas membuat kita menjadi saling memiliki, kan?

Di antara kita tercipta Samudera,
Meski pada kenyataannya, kita bertemu dan saling sapa setiap hari,
Berada dalam satu tempat yang sama.

Jarak yang akan hilang dengan beberapa ikrar kata,
Dan waktu, seperti kita tahu, tidak pernah bisa diajak berkompromi,


Di antara kita tetap diam saja.

--

© B

[WRITING] - Untuk Waktu Yang Tak Bersahabat

Aku akan duduk melihatmu dari jauh sambil mendoakanmu,
Selama aku tidak bisa melakukan apapun saat ini.
Bahkan untuk sekedar bertanya apa kamu sudah makan atau apakah kamu baik-baik saja.
Sekalipun kesempatan itu ada, aku merasa tidak semua kesempatan mesti diambil.

Aku akan duduk memperhatikanmu dari jauh sambil mendo'akanmu,
Sekalipun tangan dan kaki ini begitu ingin bergerak menolongmu ketika kamu tersandung dan jatuh.
Aku tahu kamu bisa berdiri sendiri meski harus duduk sebentar untuk merasakan rasa sakit itu.

Aku akan berdiri dan memandangmu dari jauh sambil medo'akanmu,
Aku akan memastikanmu baik-baik saja, setidaknya aku tahu apakah kamu bahagia atau bersedih hari ini.
Sebab aku tidak bisa berada di dekatmu saat ini.
Tuhan tidak menyukainya.
Bahkan ketika aku sembunyi-sembunyi seperti ini pun aku masih merasa takut.

Lalu aku bersimpuh, menanyakan pada diri sendiri mengapa aku takut untuk melangkah lebih jauh.
Aku tahu aku ingin berada di san, berada di dekatmu saat suka dan duka.
Aku terlalu takut pada kenyataan bahwa aku memang penakut.
Aku ingin bertanya kepada Tuhan mengapa aku begitu takut.

Apakah Tuhan cemburu karena aku lebih mencintai makhluk-Nya daripada diri sendiri?

--

© B