Kamis, 16 Maret 2017

[WRITING] - Wanita Terbahagia

aku harus menjadi wanita terbahagia..

bahagia dengan apa yang aku kerjakan. bahagia dengan apa yang aku senangi.
bahagia dengan apa yang aku lihat. bahagia dengan apa yang aku rasa.

iya aku bahagia saat ini..

bahagiaku dibantu dengan doa.
bahagiaku dibantu dengan syukur.
bahagiaku dibantu dengan anugerah.
bahagiaku dibantu dengan usaha.

iya aku bahagia saat ini..

tak usah ditanya kapan bahagia, Tuhan selalu memberikan kesempatan untuk selalu bahagia, bagaimana caranya kita bisa memulainya dengan baik.

wanita terbahagia menurutku adalah ketika apa yang aku ingin capai pada akhirnya tercapai serta diriku yang selalu optimis akan sebuah realita yang ada, dengan pikiran positif, itu adalah langkah awalku untuk bahagia.

aku ingin menjadi wanita yang selalu mempunyai banyak pengetahuan,
karena aku tahu kita belajar bisa dari mana saja.
aku ingin menjadi wanita yang selalu bermanfaat untuk orang lain,
aku tidak ingin menjadi seseorang yang pasif, aku harus berkembang.
aku ingin menjadi wanita yang selalu sabar dengan cermat dalam hal apapun.
aku ingin menjadi wanita yang selalu mempunyai daya tarik sendiri (bukan fisik, bukan materi) tapi etika sebuah tata krama yang bisa membuatku disiplin.

bahagia ini aku terapkan ke diriku sendiri terlebih dahulu, apakah kamu sudah bahagia?

--

© B

[WRITING] - Kopi

sial, sekarang aku terbuai, dulu aku benci dengannya, karena coraknya yang tidak ku suka, secepat itu aku membenci.

tantangan di kala hal datang, ku coba menahan tanpanya, tapi nyatanya aku memang butuh, untuk menemaniku sampai larut.

sial, sekarang aku menikmatinya, sampai-sampai menjadi teman, di kala pagi, sore, dan malam, hingga mabuk kepayang oleh aromanya.

anehnya kau hanya kopi, yang di suguhkan dengan bahan dasar air, atau mungkin di tambahkan dengan sedikit gula agar kau terasa manis, namun kau tetap hanya kopi, kata kebanyakan orang punya sisi pahit yang tak bisa di sembunyikan.

kau teman di saat aku sedang menunggu sesuatu dengan waktu, melengkapi teman bacaan buku ku juga.

ternyata dulu aku salah menilaimu, seharusnya aku telusuri lebih dahulu, sebelum aku membencimu.

kau teristimewa di kala orang-orang merasa sepi dan ingin sendiri.
kini kau menjadi inspirasi, di saat segala hal harus terselesaikan, dari teman hangat bercengkrama, sampai aku lupa kalau kau hanya sebuah kopi.

--

© B

[WRITING] - Yang Sangat Disayangkan

hal yang paling sangat disayangkan adalah ketika ada seseorang yang tidak sama sekali berkontribusi namun ia selalu mengatasnamakan; ‘berasal’, padahal hasilnya; ‘nihil’, macam tong kosong bunyi nyaringnya.

saya percaya setiap anak yang lahir di dunia ini tidak jauh dari karakter orang tuanya sendiri. semacam buah yang jatuh tidak jauh dari pohonnya, namun setiap anak yang sukses di bidangnya saya rasa tidak hanya dari asupan orang tuanya saja, tetapi saya yakin penuh anak itu mempunyai keberanian, niat & usaha yang cukup untuk membuktikan kepada semua orang bahwa ia mampu atau bahkan bisa menggapai apa yang ia yakini.

mungkin diri kita terlalu banyak di ajarkan untuk menjadi pemenang, sampai-sampai yg namanya ‘pemenang’ itu sendiri bisa lupa kalau ia berasal dari mana. sayangnya, di era sekarang masih banyak beberapa orang bahkan disekitar saya sendiri yang masih mengatasnamakan; aku dari keluargaku maka aku keturunan beliau; sehingga aku mempunyai keahlian yang sama; atau bahkan harus memiliki kemampuan yang sama.

Saya selalu menghargai dengan apa pendapat orang, karena mereka mempunyai hak untuk mengapresiasikan apa yang dimiliki, tetapi sangat disayangkan terkadang tidak mencerna terlebih dahulu apa yang ingin disampaikan, mungkin karena ‘sekarang’ sedang hidup dijaman yang serba hedonisme, jadi mari dimaklumi saja.

--

© B